<< Humanis - Kritis - Transformatif - Praxis >>

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter

Twitter

Rabu, 17 Agustus 2011

MENDADAK RAMADHAN


Mendadak semua pusat perbelanjaan dipenuhi manusia, seolah panik memasuki ramadhan.
Mendadak makam ramai dikunjungi kerabat yang masih ada.
Mendadak anggaran belanja meningkat selama ramadhan.
Mendadak harga-harga naik sebelum puasa.
Mendadak nuansa relijius begitu kental, mulut dijaga, hati dibersihkan, pikiran diarahkan, langkah ditetapkan.
Mendadak setiap masjid disesaki jemaat tarawih, memperlebar senyum sang imam.
Mendadak majlis-majlis pengajian berlomba khatam Qur’an dalam 30 hari.
Mendadak televisi dipenuhi acara keagamaan, iklan dibumbui embel-embel ramadhan, sinetron percintaan dilabeli cinta bertasbih, dan puja-puji islami lainnya.
Mendadak semua berlomba berdandan islami yang elok dan modis.
Mendadak bertaburan da’i-da’i seleb membahas khotbah tak berkesudahan.
Mendadak kuis-kuis marak mengajukan pertanyaan yang itu-itu saja.
Mendadak harga-harga kembali melambung tinggi.
Mendadak mall-mall kian dipenuhi manusia di akhir ramadhan.
Mendadak masjid-masjid kembali kosong, meninggalkan imam yang celingukan.
Mendadak imam tersadar, bagi ma’mum ramadhan hanya dua minggu saja.
Mendadak gaji berlipat ganda.
Mendadak sibuk berbelanja.
Mendadak berburu tiket lebaran.
Mendadak sibuk membahana, menggantikan ritual suci ramadhan.
Terminal, pelabuhan, bandar udara, semua kini jadi masjidnya.
Nahkoda, supir, dan pilot adalah imamnya, mengantar ummat ke tujuan.
Mendadak semua nuansa kembali senyap, pergi,
menyisakan jutaan kepala yang sibuk bersiap lebaran.
1431 kali menjalani ramadhan, kita tak kunjung beranjak dari lumpur kemunduran.
Wajar, karena semua serba instant dan dadakan.
Kapan hadir lagi ramadhan yang tidak mendadak, tidak mengejutkan,
namun menyentuh, menelusuri nadi setiap jiwa,
bersemayam dalam sukma yang merindu pada-Nya?
Ah sudahlah, diriku mendadak tak lagi bisa berkata-kata!


*coretan seorang hamba yang mendadak bingung menjelang ramadhan.

Tidak ada komentar: